
Mungkin Anda sama seperti saya, selalu penasaran dengan apa yang baru di dunia teknologi, terutama ketika ada sebuah notebook terbaru yang digadang-gadang membawa inovasi. Nah, beberapa waktu lalu, saya berkesempatan menjajal salah satu perangkat paling mutakhir di pasaran, dan sejujurnya, pengalaman ini cukup mengubah perspektif saya tentang bagaimana sebuah laptop modern seharusnya berfungsi. Saya akan coba bagikan pengalaman saya secara personal, tanpa basa-basi, seperti sedang ngobrol santai dengan teman.
Pendahuluan
Begitu kotak notebook terbaru ini sampai di tangan, rasanya seperti membuka hadiah ulang tahun. Antusiasme langsung menyeruak. Ekspektasi saya memang tinggi, mengingat klaim-klaim performa dan fitur canggih yang sering saya dengar. Sejak pertama kali saya pegang, saya langsung merasa ada sesuatu yang berbeda. Laptop ini bukan sekadar alat kerja, tapi terasa seperti ekstensi diri yang dirancang untuk mendukung segala aktivitas, mulai dari productivity serius hingga hiburan ringan. Pertanyaan besarnya adalah: apakah laptop ini benar-benar bisa memenuhi semua janji manisnya? Mari kita selami lebih dalam setiap aspeknya.
Desain & Build Quality
Hal pertama yang bikin saya terkesima adalah desainnya. Jujur, laptop ini punya aesthetic yang sangat premium dan minimalis. Bodi yang ramping, ringan, dan terasa solid di tangan. Materialnya konon paduan aluminium dan magnesium alloy, yang memberikan kesan kokoh sekaligus mewah. Rasanya seperti memegang sebuah karya seni, bukan sekadar perangkat elektronik. Engselnya terasa presisi, membuka dan menutup layar pun sangat halus, bahkan bisa dengan satu tangan. Ini detail kecil, tapi sangat menunjukkan attention to detail dari pabrikan.
Saya sering membawa laptop ini kemana-mana, dari kafe, co-working space, hingga perjalanan dinas. Bobotnya yang kurang dari 1.3 kg dan ketebalan sekitar 1.5 cm membuatnya sangat nyaman diselipkan ke dalam tas. Saya tidak merasa terbebani sama sekali, bahkan ketika harus berjalan jauh. Selain itu, pilihan warnanya yang elegan juga menambah daya tarik, membuatnya tidak terlihat mencolok namun tetap memancarkan aura premium. Ini jelas poin plus besar bagi mereka yang mengutamakan mobilitas dan gaya.
Layar
Sekarang kita bahas bagian yang paling sering kita pandang: layarnya. Dan, wow, layar notebook terbaru ini benar-benar memanjakan mata! Panel OLED 14 inci dengan resolusi 2.8K (2880 x 1800) dan refresh rate 120Hz. Angka-angka ini mungkin terdengar teknis, tapi dalam penggunaan sehari-hari, artinya adalah gambar yang super tajam, warna yang sangat vibrant dengan deep blacks yang khas OLED, dan pergerakan yang mulus.
Menonton film atau serial di Netflix jadi pengalaman yang berbeda. Warna-warna terlihat hidup, detail gelap pun tetap terlihat jelas tanpa crushing. Untuk pekerjaan desain grafis atau editing video ringan, akurasi warnanya juga sangat bisa diandalkan, dengan cakupan DCI-P3 yang hampir 100%. Tingkat kecerahan puncaknya yang mencapai 400 nits juga cukup membantu saat saya harus bekerja di luar ruangan, meskipun terkadang pantulan masih sedikit mengganggu di bawah sinar matahari langsung. Tapi secara keseluruhan, ini adalah salah satu layar terbaik yang pernah saya gunakan di laptop. Responsivitasnya juga cepat, cocok untuk scrolling cepat atau bahkan sedikit casual gaming.

Performa & Hardware
Oke, ini dia bagian yang paling krusial: performa. Notebook terbaru yang saya coba ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 7 generasi terbaru, dipadukan dengan RAM LPDDR5X 16GB dan SSD NVMe PCIe Gen 4 berkapasitas 1TB. Angka-angka ini saja sudah menjanjikan performa kelas atas, dan dalam praktiknya, janji itu terpenuhi dengan baik.
Untuk pekerjaan sehari-hari seperti browsing dengan banyak tab, mengedit dokumen, presentasi, hingga video conference, laptop ini berjalan sangat mulus tanpa hambatan sedikit pun. Multitasking adalah senjatanya. Saya bisa membuka Photoshop, Premiere Pro, dan puluhan tab Chrome secara bersamaan tanpa terasa lag yang berarti. GPU terintegrasi Intel Arc Graphics juga memberikan kejutan. Saya sempat mencoba beberapa game esports seperti Valorant dan CS:GO, dan hasilnya cukup memuaskan di setelan grafis menengah ke tinggi dengan frame rate yang stabil.
Yang menarik lagi adalah adanya Neural Processing Unit (NPU) yang didedikasikan untuk tugas-tugas AI. Fitur seperti background blur di video call jadi lebih rapi, dan ada beberapa enhancement AI di aplikasi editing foto yang bekerja lebih cepat. Ini menunjukkan bahwa laptop ini sudah siap untuk masa depan komputasi yang semakin terintegrasi dengan AI. Sistem pendinginnya juga bekerja dengan baik. Meskipun kadang kipasnya berputar kencang saat beban kerja berat, suhu permukaan laptop tetap terjaga sehingga nyaman digunakan di pangkuan.
Keyboard dan Mouse
Sebagai seseorang yang banyak mengetik, kualitas keyboard adalah segalanya. Dan saya harus bilang, keyboard di notebook terbaru ini termasuk salah satu yang terbaik di kelasnya. Key travel-nya pas, tidak terlalu dangkal maupun terlalu dalam, dengan tactile feedback yang memuaskan. Mengetik berjam-jam rasanya nyaman dan tidak membuat jari cepat lelah. Backlighting yang bisa diatur juga sangat membantu saat bekerja di kondisi minim cahaya.
Trackpad-nya juga tidak kalah bagus. Ukurannya lumayan besar, permukaannya halus dengan lapisan kaca, membuat navigasi multi-finger gesture di Windows jadi sangat intuitif dan presisi. Tidak ada lagi masalah ghost touches atau laggy response. Rasanya seperti menggunakan trackpad kelas atas yang biasa ditemukan di laptop premium lainnya.
Camera
Webcam seringkali jadi bagian yang diabaikan di laptop, tapi tidak di notebook terbaru ini. Webcam 1080p-nya menghasilkan gambar yang jauh lebih baik dibandingkan kebanyakan laptop lain yang masih bertahan di 720p. Detailnya lebih tajam, warna lebih akurat, dan performanya di kondisi low-light juga lumayan. Dengan semakin maraknya video conference dan hybrid work, peningkatan kualitas webcam ini sangat saya apresiasi. Ditambah lagi, ada fitur AI seperti auto-framing dan eye contact correction yang membuat pengalaman online meeting jadi lebih profesional.
Baterai & Pengisian Daya

Salah satu aspek yang paling saya harapkan dari sebuah notebook terbaru adalah daya tahan baterai yang mumpuni. Dan laptop ini tidak mengecewakan. Dengan kapasitas baterai yang cukup besar, saya bisa mendapatkan sekitar 9-10 jam penggunaan normal (browsing, dokumen, streaming video) dalam sekali pengisian penuh. Ini sudah cukup untuk menemani saya bekerja seharian tanpa perlu mencari colokan.
Untuk pengisian daya, laptop ini mendukung fast charging melalui port USB-C. Dari kondisi kosong, baterai bisa terisi hingga 50% dalam waktu kurang dari 30 menit, yang sangat membantu di saat-saat genting. Adaptor charger-nya juga ringkas dan tidak terlalu besar, jadi mudah dibawa bepergian.
Software & Fitur Tambahan
Laptop ini datang dengan Windows 11 Home yang relatif bersih dari bloatware. Hanya ada beberapa aplikasi bawaan dari pabrikan yang justru cukup berguna, seperti aplikasi untuk mengelola profil performa, mengatur display, dan update driver. Kehadiran Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.3 menjamin konektivitas nirkabel yang super cepat dan stabil. Port selection-nya juga cukup lengkap: dua port Thunderbolt 4 (USB-C), satu USB-A 3.2 Gen 2, HDMI 2.1, dan jack audio 3.5mm. Ini artinya saya tidak perlu repot membawa dongle untuk kebutuhan sehari-hari. Fitur keamanan seperti fingerprint sensor yang terintegrasi di tombol power juga bekerja cepat dan akurat.
Kelebihan & Kekurangan
Setelah menggunakan laptop ini secara intensif, saya bisa merangkum beberapa kelebihan dan kekurangannya:
Kelebihan:
- Desain Premium & Ringan: Sangat cocok untuk mobilitas tinggi.
- Layar OLED Spektakuler: Visual yang memukau untuk kerja dan hiburan.
- Performa Unggul: Prosesor terbaru dengan NPU yang responsif untuk berbagai tugas, termasuk AI.
- Keyboard & Trackpad Nyaman: Pengalaman mengetik dan navigasi yang superior.
- Daya Tahan Baterai Lama: Mampu menemani aktivitas seharian.
- Webcam 1080p yang Jernih: Penting untuk online meeting.
- Konektivitas Lengkap: Port selection yang memadai dan Wi-Fi 7.
Kekurangan:
- Harga: Sebagai notebook terbaru dengan spesifikasi premium, harganya tentu tidak murah.
- Kipas Agak Bising: Saat beban kerja berat, suara kipasnya bisa sedikit mengganggu.
- Sedikit Pemanasan: Area sekitar engsel bisa terasa hangat saat digunakan untuk tugas berat dalam waktu lama.
- Tidak Ideal untuk Gaming Berat: Meskipun GPU terintegrasi cukup baik, ini bukan laptop gaming murni.
Perbandingan dengan device lain di kelasnya
Di segmen laptop premium, notebook terbaru ini langsung berhadapan dengan nama-nama besar seperti Dell XPS, HP Spectre, atau bahkan MacBook Air/Pro. Dibandingkan dengan Dell XPS, laptop ini menawarkan layar OLED dengan refresh rate yang lebih tinggi di beberapa konfigurasi, dan performa AI yang lebih mutakhir berkat NPU generasi terbaru. Jika dibandingkan dengan HP Spectre, laptop ini mungkin tidak punya fleksibilitas 2-in-1, tapi menawarkan build quality yang serupa dengan fokus pada performa murni.
Melawan MacBook Air M3, notebook terbaru ini menawarkan ekosistem Windows yang lebih fleksibel untuk beberapa aplikasi enterprise dan gaming, serta pilihan port yang lebih lengkap. Namun, MacBook Air mungkin masih unggul dalam efisiensi daya dan thermal management pasifnya. Intinya, notebook terbaru ini berhasil memposisikan diri sebagai pilihan yang sangat kompetitif bagi mereka yang mencari laptop Windows premium dengan performa mutakhir, layar fantastis, dan desain elegan.
Kesimpulan & Rekomendasi Penggunaan
Jadi, setelah semua pengalaman ini, apakah notebook terbaru ini layak dibeli? Jawaban saya adalah: sangat layak, terutama jika Anda termasuk dalam kategori pengguna tertentu.
Laptop ini sangat cocok untuk para profesional yang membutuhkan perangkat powerful, ringan, dan punya daya tahan baterai panjang untuk mobilitas tinggi. Content creator pemula hingga menengah yang sering mengedit foto atau video ringan juga akan sangat terbantu dengan performa CPU/GPU dan layar OLED-nya. Mahasiswa atau eksekutif yang butuh laptop untuk multitasking berat, presentasi, dan hiburan juga akan menemukan nilai lebih pada laptop ini.
Dari segi price-to-value, meskipun harganya premium, fitur dan performa yang ditawarkan terasa sepadan. Anda mendapatkan sebuah paket lengkap: desain cantik, layar memukau, performa ngebut, dan daya tahan baterai yang bisa diandalkan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk produktivitas dan hiburan Anda.
Singkatnya, jika Anda mencari sebuah notebook terbaru yang bisa diandalkan untuk segala kebutuhan, dari kerja keras hingga refreshing ringan, dengan sentuhan premium di setiap detailnya, maka laptop ini adalah pilihan yang sangat serius untuk dipertimbangkan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah ada fitur dari notebook terbaru ini yang paling menarik perhatian Anda? Atau mungkin Anda punya pengalaman dengan laptop lain di kelas yang sama? Jangan ragu untuk berbagi opini atau pertanyaan Anda di kolom komentar di bawah ini! Mari berdiskusi.
















