
Halo teman-teman pembaca setia! Jujur saja, beberapa bulan terakhir ini saya merasa sangat beruntung bisa menghabiskan waktu dengan sebuah perangkat yang benar-benar mengubah cara saya bekerja dan berkreasi. Bukan sembarang laptop, melainkan sebuah mesin yang, menurut saya, berhasil mencapai titik keseimbangan sempurna antara performa, desain, dan portabilitas. Saya sedang bicara tentang ZenithBook Pro 14. Mari kita selami lebih dalam pengalaman saya menggunakan laptop ini, mulai dari spesifikasi laptop yang impresif hingga detail-detail kecil yang sering terlewatkan.
Bagi saya, mencari laptop yang pas itu seperti mencari jodoh; butuh kecocokan di banyak aspek. Setelah riset panjang dan membandingkan berbagai spesifikasi laptop di pasaran, saya memutuskan untuk mencoba ZenithBook Pro 14. Ekspektasi saya cukup tinggi, mengingat klaim-klaimnya sebagai perangkat premium yang serbaguna. Dan sekarang, setelah menggunakannya sebagai daily driver untuk berbagai keperluan—mulai dari menulis artikel ini, mengedit foto dan video ringan, hingga sekadar berselancar di internet—saya punya banyak cerita untuk dibagikan.
Desain & Build Quality: Estetika Minimalis dengan Sentuhan Premium
Begitu pertama kali membuka kotak ZenithBook Pro 14, kesan pertama yang muncul adalah "elegan dan minimalis." Desainnya bersih, tanpa embel-embel yang berlebihan, didominasi oleh material aluminium berwarna Midnight Grey yang memberikan kesan kokoh sekaligus mewah. Beratnya sekitar 1.3 kg, dan tebalnya hanya sekitar 1.5 cm, membuatnya sangat mudah dibawa ke mana-mana. Saya sering berpindah tempat kerja, dari kafe ke perpustakaan, dan ZenithBook Pro 14 ini tidak pernah terasa memberatkan tas saya.
Engselnya terasa solid, memungkinkan layar dibuka dengan satu tangan—sebuah detail kecil yang sangat saya hargai. Tidak ada goyangan atau bunyi aneh saat membuka atau menutup. Setiap sisi dan sudutnya dipoles dengan rapi, menunjukkan perhatian terhadap detail yang tinggi. Saya seringkali menaruhnya di meja tanpa casing, dan jujur saja, saya suka sekali melihat pantulan cahaya di permukaan aluminiumnya. Ini bukan hanya sekadar alat kerja, tapi juga sebuah aksesori gaya hidup yang stylish. Rasanya bangga saat mengeluarkannya dari tas di tengah rapat. Durabilitasnya juga patut diacungi jempol; setelah beberapa bulan penggunaan, belum ada tanda-tanda lecet atau kerusakan berarti, meskipun saya sering membawanya tanpa terlalu "memanjakan." Ini menunjukkan bahwa build quality-nya memang premium.
Layar: Pesta Visual dalam Genggaman
Salah satu daya tarik utama ZenithBook Pro 14 bagi saya adalah layarnya. Laptop ini dibekali panel OLED berukuran 14 inci dengan resolusi QHD+ (2880 x 1800 piksel) dan refresh rate 90Hz. Jujur, ini adalah pengalaman visual terbaik yang pernah saya rasakan di sebuah laptop. Warna-warna yang dihasilkan sangat kaya, hitam pekat sempurna, dan kontrasnya luar biasa. Saat menonton film atau serial, rasanya seperti memiliki bioskop mini di pangkuan. Detail-detail kecil yang biasanya terlewatkan di layar IPS biasa kini terlihat jelas.
Brightness-nya juga sangat memuaskan, mencapai puncaknya hingga 400 nits (dan bahkan lebih tinggi untuk konten HDR), sehingga saya tidak kesulitan menggunakannya di luar ruangan atau di bawah terpaan cahaya matahari langsung. Refresh rate 90Hz membuat scrolling di web atau navigasi antar aplikasi terasa sangat mulus dan responsif, jauh lebih nyaman daripada layar 60Hz standar. Bagi saya yang sering bekerja dengan gambar dan video, akurasi warna adalah segalanya, dan layar ZenithBook Pro 14 ini sudah mencakup 100% DCI-P3, yang berarti warna yang saya lihat di layar akan sangat mirip dengan hasil cetak atau tampilan di perangkat lain yang profesional. Layar ini benar-benar sebuah game changer dan salah satu alasan kuat mengapa spesifikasi laptop ini begitu menarik.
Performa & Hardware: Kekuatan Tersembunyi di Balik Desain Elegan

Sekarang mari kita bicara tentang jantung dari ZenithBook Pro 14 ini: performanya. Di bawah kapnya, laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 7 155H, yang merupakan chip terbaru dari Intel dengan arsitektur hybrid dan NPU (Neural Processing Unit) terintegrasi untuk akselerasi AI. Dipadukan dengan RAM 16GB LPDDR5X dan SSD NVMe PCIe Gen4 berkapasitas 1TB, spesifikasi laptop ini benar-benar menjanjikan.
Bagaimana performa di dunia nyata? Singkatnya: sangat cepat dan responsif.
Untuk pekerjaan sehari-hari seperti browsing dengan puluhan tab terbuka, menulis, mengelola email, dan video conference, ZenithBook Pro 14 melibasnya tanpa hambatan sedikit pun. Multitasking adalah breeze. Saya bisa membuka Photoshop, Premiere Pro (untuk editing video ringan), dan browser secara bersamaan tanpa mengalami lag atau stuttering.
GPU terintegrasi Intel Arc Graphics juga memberikan kejutan. Meskipun bukan kartu grafis diskrit kelas atas, performanya jauh lebih baik daripada Intel Iris Xe generasi sebelumnya. Saya bisa bermain game-game esports seperti Valorant atau CS2 dengan frame rate yang stabil di resolusi FHD, dan bahkan game AAA yang tidak terlalu berat bisa dimainkan di pengaturan rendah hingga menengah. Untuk editing video 4K, Arc Graphics juga mampu melakukan hardware acceleration dengan baik, mempercepat proses rendering.
NPU-nya sendiri mulai menunjukkan potensinya, terutama dalam aplikasi yang memanfaatkan AI, seperti fitur background blur di video conference atau peningkatan kualitas gambar secara real-time. Ini adalah masa depan komputasi, dan ZenithBook Pro 14 sudah siap menyambutnya. Saya tidak pernah merasa laptop ini kekurangan tenaga, bahkan saat saya mendorongnya untuk tugas-tugas yang lebih berat. Manajemen termal juga cukup baik; kipas memang terdengar saat beban kerja tinggi, tapi tidak sampai mengganggu dan panasnya masih dalam batas wajar di area keyboard.
Keyboard dan Touchpad: Kenyamanan dalam Setiap Ketukan
Sebagai seorang penulis, keyboard adalah salah satu komponen terpenting. Dan saya harus bilang, keyboard ZenithBook Pro 14 ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya gunakan di laptop tipis. Key travel-nya pas, sekitar 1.4mm, dengan tactile feedback yang memuaskan. Mengetik dalam waktu lama terasa nyaman, jari-jari saya tidak mudah lelah. Ada backlight yang bisa diatur tingkat kecerahannya, sangat membantu saat bekerja di ruangan minim cahaya. Layout-nya standar, jadi tidak butuh waktu adaptasi yang lama.
Touchpad-nya juga tidak kalah impresif. Ukurannya cukup besar, terbuat dari kaca, dan permukaannya sangat mulus. Akurasi tracking-nya luar biasa, dan mendukung semua gesture multi-touch Windows dengan sempurna. Kliknya terasa solid dan responsif. Saya pribadi lebih suka menggunakan mouse eksternal untuk pekerjaan presisi, tapi untuk navigasi sehari-hari atau saat bepergian, touchpad ini lebih dari cukup dan sangat bisa diandalkan. Ini adalah salah satu detail spesifikasi laptop yang sering diremehkan, padahal sangat berpengaruh pada pengalaman pengguna.
Camera: Cukup untuk Kebutuhan Esensial
Di era hybrid work seperti sekarang, kualitas webcam menjadi sangat penting. ZenithBook Pro 14 dilengkapi dengan webcam 1080p. Kualitas gambarnya cukup baik untuk video conference atau rapat online. Gambar terlihat jernih, dan reproduksi warnanya akurat di kondisi pencahayaan yang memadai. Tentu saja, ini bukan kamera DSLR, tapi jauh lebih baik daripada webcam 720p yang masih sering ditemukan di banyak laptop lain. Ada juga privacy shutter fisik yang bisa digeser, sebuah fitur kecil tapi sangat berguna untuk menjaga privasi saya. Mikrofonnya juga menangkap suara dengan cukup jelas, meminimalkan noise dari lingkungan sekitar.

Baterai & Pengisian Daya: Pendamping Produktivitas Seharian
Baterai adalah penentu seberapa mobile sebuah laptop. ZenithBook Pro 14 dibekali baterai 75Whr. Dalam penggunaan sehari-hari saya yang bervariasi—termasuk browsing, menulis, sedikit editing foto, dan beberapa sesi video call—saya bisa mendapatkan sekitar 8-10 jam screen-on time. Ini berarti saya bisa bekerja penuh seharian tanpa perlu khawatir mencari colokan listrik.
Untuk penggunaan yang lebih intensif seperti editing video atau gaming ringan, daya tahan baterainya tentu akan berkurang, mungkin sekitar 4-5 jam. Laptop ini mendukung pengisian daya cepat melalui port USB-C dengan charger 65W yang disertakan. Mengisi daya dari 0% ke 50% hanya membutuhkan waktu sekitar 30-40 menit, dan terisi penuh dalam waktu kurang dari 2 jam. Fleksibilitas pengisian daya via USB-C juga sangat membantu, karena saya bisa menggunakan power bank atau charger HP yang mendukung Power Delivery saat darurat. Daya tahan baterai yang solid ini menjadikan ZenithBook Pro 14 sebagai mitra yang sangat andal untuk produktivitas di mana saja, melengkapi spesifikasi laptop yang serba guna.
Software & Fitur Tambahan: Windows 11 dan Sedikit Sentuhan AI
ZenithBook Pro 14 datang dengan Windows 11 Home pre-installed. Pengalaman menggunakan Windows 11 di perangkat ini sangat mulus. Transisi antar aplikasi, animasi, dan widgets semuanya berjalan tanpa cela. Kehadiran NPU pada prosesor Intel Core Ultra 7 155H juga mulai terasa. Fitur-fitur seperti Windows Studio Effects untuk video call (eye contact, background blur, auto framing) bekerja dengan sangat baik dan minim latency.
Selain itu, ada beberapa software bawaan dari ZenithBook sendiri, seperti aplikasi untuk mengelola power profile, mengatur fan speed, dan melakukan update driver. Untungnya, bloatware yang disertakan sangat minim, sehingga tidak mengganggu performa atau pengalaman pengguna. Fitur keamanan seperti fingerprint reader yang terintegrasi di tombol power juga bekerja cepat dan akurat, memudahkan saya untuk login tanpa harus mengetik password. Portabilitas dan fitur konektivitasnya juga lengkap, dengan 2x Thunderbolt 4 (USB-C), 1x USB-A 3.2 Gen2, HDMI 2.1, dan audio jack 3.5mm, memastikan semua perangkat eksternal saya bisa terhubung dengan mudah.
Kelebihan & Kekurangan ZenithBook Pro 14
Setelah berbulan-bulan menggunakannya, ini rangkuman singkat dari kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan:
Kelebihan:
- Desain & Build Quality Premium: Kokoh, ringan, dan elegan.
- Layar OLED QHD+ 90Hz: Visual yang memukau, akurasi warna tinggi, dan scrolling super mulus.
- Performa Unggul: Prosesor Intel Core Ultra 7 dengan Intel Arc Graphics sangat bertenaga untuk multitasking dan pekerjaan kreatif ringan, bahkan gaming kasual.
- Keyboard & Touchpad Nyaman: Pengalaman mengetik yang superior dan touchpad responsif.
- Daya Tahan Baterai Lama: Mampu menemani produktivitas seharian penuh.
- Portabilitas Tinggi: Ringan dan tipis, mudah dibawa ke mana saja.
- Fitur Modern: Webcam 1080p dengan privacy shutter, Thunderbolt 4, dan NPU untuk AI.
Kekurangan:
- Harga: Sebagai laptop premium dengan spesifikasi laptop tinggi, harganya memang tidak murah (tapi sepadan!).
- Suhu & Fan Noise: Kipas bisa cukup terdengar saat beban kerja berat, meskipun tidak sampai mengganggu.
- Tidak Ada Slot Kartu SD: Bagi content creator yang sering memindahkan foto dari kamera, ini bisa menjadi sedikit kendala.
Perbandingan dengan Device Lain di Kelasnya: Menemukan Niche-nya Sendiri
Di kelas laptop premium tipis dan ringan, ZenithBook Pro 14 bersaing ketat dengan nama-nama besar seperti Dell XPS 14, MacBook Air M3, HP Spectre x360, atau Lenovo Yoga Pro 7. Masing-masing memiliki filosofi dan keunggulannya sendiri.
Dibandingkan dengan Dell XPS 14, ZenithBook Pro 14 menawarkan layar OLED yang secara visual mungkin lebih memukau bagi sebagian orang, meskipun XPS dikenal dengan build quality dan ekosistemnya yang solid. Melawan MacBook Air M3, ZenithBook Pro 14 unggul dalam fleksibilitas OS (Windows 11) dan dukungan hardware yang lebih terbuka, serta GPU terintegrasi Arc Graphics yang mampu menjalankan game Windows secara native lebih baik. Namun, efisiensi daya dan performa M3 untuk video editing di macOS masih sulit ditandingi.
Sementara itu, dibandingkan dengan HP Spectre x360 atau Lenovo Yoga Pro series, ZenithBook Pro 14 mungkin tidak memiliki fitur convertible atau layar sentuh 2-in-1 yang ditawarkan pesaingnya. Namun, fokusnya pada performa mentah dan kualitas layar OLED premium dengan refresh rate tinggi membuatnya menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari pengalaman komputasi yang straightforward namun bertenaga.
ZenithBook Pro 14 ini menempatkan dirinya sebagai laptop premium serbaguna untuk profesional, kreator konten ringan, atau bahkan mahasiswa yang membutuhkan performa tinggi, layar memukau, dan portabilitas maksimal. Pilihan spesifikasi laptop yang ditawarkan menjadikannya penawaran yang sangat kompetitif di segmennya.
Kesimpulan & Rekomendasi Penggunaan: Apakah ZenithBook Pro 14 Worth It?
Setelah semua yang saya alami, saya bisa dengan yakin mengatakan bahwa ZenithBook Pro 14 adalah investasi yang sangat worth it jika Anda mencari sebuah laptop premium yang bisa diandalkan untuk berbagai skenario. Ini adalah laptop yang tidak hanya tampak cantik, tetapi juga punya otak yang sangat cerdas dan bertenaga.
Untuk siapa laptop ini cocok?
- Profesional & Eksekutif: Desainnya yang elegan dan performa yang tangguh sangat ideal untuk presentasi, multitasking, dan mobilitas tinggi.
- Kreator Konten Ringan: Desainer grafis, editor foto, atau video editor yang bekerja dengan proyek tidak terlalu berat akan sangat menghargai layar OLED dan performa Intel Arc Graphics.
- Mahasiswa: Jika Anda membutuhkan laptop yang bisa menemani Anda dari pagi hingga malam, mampu menjalankan aplikasi berat, dan tetap stylish, ZenithBook Pro 14 adalah pilihan yang bagus.
- Pengguna Umum yang Menginginkan Pengalaman Premium: Jika Anda hanya ingin laptop yang cepat, indah, dan nyaman digunakan untuk segala hal, ini adalah pilihan yang fantastis.
Secara keseluruhan, spesifikasi laptop ZenithBook Pro 14 telah dirancang dengan sangat baik untuk memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa. Ini adalah sebuah mahakarya teknis yang berhasil menggabungkan performa tinggi, desain elegan, dan fitur-fitur modern ke dalam satu paket yang ringkas. Bagi saya, ini bukan hanya sekadar laptop, tapi sebuah enabler yang memungkinkan saya melakukan lebih banyak hal, dengan lebih nyaman, di mana saja.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda punya pengalaman dengan laptop premium sejenis? Atau mungkin Anda punya pertanyaan lebih lanjut tentang ZenithBook Pro 14 ini? Jangan sungkan untuk berbagi pikiran atau pengalaman Anda di kolom komentar di bawah! Saya sangat penasaran untuk mendengar pendapat Anda.

















